a woman who always trying just to be herself :)
Theme by Caroline Tucker.
Powered by Tumblr.
dear my little daughter (someday) mom will make this tiny room for you :)
(Source: leilockheart, via leilockheart)
that’s a mother. this is only one of many stories about mother that can make you cry..
— ~faris Muhammad Abdurrahim
kemaren sore saat saya pulang kantor, di halte bus dukuh atas saya menunggu giliran untuk masuk dalam bus, ternyata antriannya sangat panjang, bahkan hampir setengah dari jalur perpindahan dari halte dukuh atas 1 ke dukuh atas 2 dipenuhi oleh antrian orang - orang yang mau menggunakan busway jurusan dukuh atas - pulogadung. sampai pada akhirnya saya mendapat giliran untuk masuk dalam busway tapi saya tetap berdiri di tempat saya karena setelah melihat ke dalam bus tidak ada tempat duduk yang tersisa, kemudia saya menunggu busway selanjutnya yang datang, karena usaha saya td menunggu busway selanjutnya, akhirnya saya duduk di kursi favorit saya, paling belakang dekat pintu. tidak lama kemudian ada seorang naik ke dalam busway, saya tidak melihatnya, hanya sekesar menyadarinya. dia berdiri memegang tralis besi dalam busway. tiba - tiba seorang frontliner berbicara pada seorang itu, “pak, duduk aja pak! mas,mas maaf mas bisa kasih tempat buat bapak ini” sembari meminta tolong kepada seorang pemuda yang sedang duduk agar mau meberi tempat, akhirnya pemuda itupun berdiri, dan saya tersadar ternyata seorang yang masuk itu adalah seorang kakek tua bersama dengan tongkatnya. kemudian hal yang membuat saya tertegun adalah ketika sang kakek malah menolah tawaran frontliner untuk duduk di kursi yang sudah kosong, beliau malah menjawab “ga perlu , dekat ko” namun frontliner tetap memaksa , dan lagi - lagi sang kakek menolaknya dengan menjawab “ga perlu, dekat ko, saya cuma sampai matraman” saya agak tersedak mendengarnya. WAW !!! matraman, itu adalah halte yang lebih jauh dr halte yang saya tuju, dan si kakek masih berkata itu dekat?? saya aja sampai harus menunggu busway selanjutnya agar dapat tempat duduk, mungkin ceritanya biasa saja tapi saya mengambil hikmah agar tidak mudah mengeluh karena itu tidak ada gunanya.. masa kalah sama kakek tua ??? :)